Announcement:

Bergabunglah Bersama Kami di Subang Grey Hat

Rabu, 19 Maret 2014

Hambatan teknologi dalam pencarian MH370


 

Jakarta (ANTARA News) - Bisa dibilang belum pernah operasi pencarian pesawat terbang hilang dilaksanakan besar-besaran seperti yang dilakukan terhadap MH370 Malaysia Airlines saat ini; 25 negara terlibat dari tiga kawasan utama dunia, puluhan kapal perang dan sipil, serta wahana udara militer.

Sejak dinyatakan hilang kontak pada Sabtu lalu (8/3), pencarian hingga saat ini belum menunjukkan hasil apa pun kecuali berbagai kemungkinan, perkiraan, dan hal-hal sejenis itu. Jarak tempuh Boeing B-777-200ER normal yang sampai 8.200 mil laut (lebih dari 13.200 kilometer) menjadi hal penting dalam perluasan theater pencarian gabungan internasional ini.

Malaysia, sebagai negara bendera MH370 bernomor seri 9M-MRO itu bercatat jelas menjadi pihak yang paling bertanggung jawab dalam pencarian. 239 jiwa ada di dalam MH370 rute Kuala Lumpur-Beijing itu, 12 di antaranya awak pesawat terbang, termasuk kapten pilot Zaharie Ahmad Shah (53 tahun) dan Fariq Abd Hamid (kopilot/27 tahun).

Malaysia belum bisa memberi penjelasan memuaskan berbagai hal tentang kehilangan MH370 itu. China gusar, karena 153 warganya turut hilang, lenyap begitu saja seperti ditelan Bumi.

Bukan cuma pencarian memakai cara visual-mekanikal saja yang dilibatkan, melainkan juga berbasis teknologi canggih. Sumber yang dimintai pendapat flightglobal, menyatakan, "SAR ini sangat berat dan sulit, batas akhir pencarian juga tidak jelas. Area pencarian makin lebar dan lebar."

Dengan asumsi MH370 Malaysia Airlines itu kehabisan bahan bakar setelah dimelencengkan ke sana-sini di luar flight plan oleh pihak pengendali MH370 itu, pencarian di perairan dilakukan juga dari udara dan ruang angkasa.

Belasan satelit militer dan sipil dikerahkan untuk menjejaki rekaman sinyal aircraft communication and reporting system yang dilaporkan masih terpancar hingga lima jam MH370 itu hilang kontak. Emergency locator transmitter --pemancar titik lokasi terakhir jika ada impak di darat dan laut-- yang biasa ditanam di bagian ekor fuselage pesawat terbang juga jadi tuntunan para pencari.

Electro-optical/infrared sensor sebagaimana halnya dengan radar, menjadi andalan pada kisaran pencarian makro. Pada kasus MH370 yang diketahui ketinggian terakhirnya 33.000 kaki dari permukaan laut --jika dia pecah di udara-- hampir bisa dipastikan ukuran pecahannya kecil-kecil dan rusak yang makin menyulitkan dia ditelusuri radar.

Jika dia mengapung di laut, pecahan-pecahan itu tidak membangkitkan getaran berkecepatan Doppler relatif terhadap kecepatan gelombang laut di sekitarnya alias dia akan "samar", nyaris serupa dengan keadaan sekitar. Inilah yang juga menyulitkan radar dan sistem serupa forward looking infrared di pesawat intai maritim sulit bekerja.

Perangkat lunak komputer di sistem ini memang bisa memfilter hal ini di layar monitor, namun mematikan feature itu hanya menambah jumlah pantulan secara sporadis, tidak menambah efektivitas kerja sistem pencari. Makanya, andalan berikut adalah electro-optical/infrared sensor(s), yang juga bisa tidak berdaya guna maksimal jika obyek yang dicari terlanjur lama ada di dalam air.

Temperaturnya pasti sudah sama dengan temperatur lingkungan, berujung pada kesulitan tambahan pencarian. Masih ada lagi tambahan pekerjaan pencari, kapal-kapal nelayan dan kapal kecil yang berlayar di alur pencarian; mereka tidak dilengkapi sistem identifikasi otomatis (AIS/automatic identification systems) sebagaimana dipakai di kapal-kapal besar.

Kapal-kapal kecil ini banyak sekali yang melayari Laut China Selatan dan Teluk Thailand. Sekedar informasi, kenyataan "percampuran" di layar radar dan sensor pencari antara tampakan kapal kecil dan bagian besar pesawat terbang yang hilang/jatuh serupa ini juga terjadi pada pencarian AF447 Air France di Samudera Atlantik dalam rute Rio de Janeiro, Brazil, ke Paris, pada 31 Mei 2009.

Bagi pencari, sistem penjejak akan "membaca" kapal-kapal ini sebagai obyek besar yang dicari. Sebagai informasi, bagian terbesar setelah fuselage adalah sayap dengan rentang panjang hampir 65 meter alias 30-an meter jika dipisah. Sayap tegak (vertical stabilizer dengan rudder-nya), bisa sepanjang 10 meter.

Singapura sebagai salah satu negara pencari, menawarkan bantuan akses sistem informatika jaringan kapal-kapal internasional yang dia kelola. Banyak yang masih harus dikerjakan dan dikoordinasikan, di antaranya pertukaran informasi agar efektivitas pencarian semakin maksimal.

Menurut kalangan penerbangan internasional, sensor terbaik bagi upaya SAR tetaplah mata manusia. Itulah sebabnya, pesawat patroli maritim dirancang mendekati kemampuan pengenalan dan pemilahan obyek seperti mata manusia.

Masalahnya, walau tampak sempit di peta, namun --sebagai misal-- celah tersempit Selat Malaka tetaplah sangat lebar dan luas untuk dimonitor dan ditelusuri. Pengalaman penulis saat berlayar dan terjebak badai siklon di Laut Mediterania pada 2003, jika gelombang laut dinyatakan empat meter berarti kapal terangkat dan dijatuhkan gelombang badai setinggi delapan meter.

Begitupun jika ketinggiannya lima meter, maka angka angkat-dan-jatuhkan itu menjadi 10 meter, dan seterusnya. Belum lagi dikombinasikan dengan kecepatan arus (atas dan bawah laut).

Referendum Krimea bisa benturkan Amerika Serikat-Rusia

 



Jakarta (ANTARA News) - Rakyat Semenanjung Krimea di Ukraina  melakukan pilihan apakah akan menjadi bagian Rusia atau menjadi negara independen (dan) tetap terkait dengan Ukraina. Referendum pada Minggu waktu setempat itu dinyatakan CNN, bisa memperburuk hubungan Amerika Serikat dan Rusia yang telah membaik selama ini. 

Hasil pemungutan suara awal menunjukkan 95,5 persen pemilih menyatakan memisahkan diri dari Ukraina untuk menjagi bagian Rusia.
Terlepas status dan masa depan Semenanjung Krimea nanti, referendum itu akan bisa membenturkan Amerika Serikat dan Rusia, yang telah berakhir sejak pengakhiran Perang Dingin terjadi. Amerika Serikat tetap menyatakan referendum itu ilegal dan tidak akan mengakui hasilnya. 
 
Sebelumnya, Semenanjung Krimea -- bagian otonom Republik Ukraina-- melalui perdana menterinya, Sergey Aksyonov, mengajak semua warganya yang sebanyak 1,5 juta jiwa itu untuk menentukan pilihan. Dia sangat sadar mata dunia tertuju ke sana sekarang, sehingga dia menyatakan, "Semua warga Krimea agar hidup bebas di dunia dalam hubungan bersahabat dengan semuanya."

Banyak TPS dipenuhi warga yang akan menentukan pilihannya, menafikan angin dingin yang selalu berembus dalam pertemanan dengan alunan musik tradisional mereka, yang mengingatkan pada masa penguasaan Uni Soviet di sana. Dari kejauhan, sekelompok tentara Rusia tanpa tanda pengenal kecuali plat nomor kendaraan Rusia, berdiri memandang ke arah mereka. 

Bagi Grigoy Ilarionovich, warga semenanjung itu, menyatakan, "Ingin mengembalikan yang telah Krushchev ambil." Perdana Menteri Uni Soviet, Nikita Krushchev, memberikan Semenanjung Krimea kepada Ukraina pada 1954, walau Ukraina saat itu bagian dari Uni Soviet. 

Walau secara spiritual dekat dengan Krimea, namun Victoria Khudyakova, menyatakan, akan memilih bergabung dengan Rusia. "Ini akan menentukan nasib Krimea dan sangat penting. Saya membesarkan seorang anak dan inilah tujuan kami. Bagi saya, Russia adalah kesempatan bagi kami di Krimea untuk membangun dan berkembang. Saya yakin hal itu," kata dia.

Kremlin melalui perintah orang kuat negara federasi Rusia, Vladimir Putin, semakin menguatkan "kehadirannya" walau dengan cara "tersamar" yang mudah dikenali. Semenanjung Krimea terlanjur menjadi tempat tinggal bagiya mayoritas etnik Russia dengan minoritas gabungan Tatar Krimea, dan beberapa yang lain. Mereka ini konsisten memboikot referendum yang dirancang dan digagas Kremlin itu. 

Kremlin juga melancarkan kampanye bahwa mereka memiliki hak melindungi mayoritas etnik Rusia di Ukraina, yang dinyatakan tengah terancam dari kaum nasionalis radikal dan fasis. 

Dari sisi Ukraina, Menteri Pertahanan Ukraina, Ihor Tenyukh, pada Jumat lalu, menyatakan, ada 22.000 tentara Rusia di Semenanjung Krimea; Rusia pernah menyatakan memiliki 25.000 tentara di Pangkalan Angkatan Laut Sevastpol. Sementara pejabat Menteri Luar Negeri Ukraina, Andril Deshchytsia, berkata, negaranya tengah terlibat perang diplomatik dengan Rusia dan mencari pemecahan damai atas krisis itu. 

Delapan unit militer Ukraina telah diambil alih, 22 diblokade, dan 49 dari 56 pos patroli perbatasan ada dalam selat yang sama. Di Donetsk, dekat perbatasan dengan Rusia di timur Ukraina, ribuan demonstran pro-Rusia berkumpul di lapangan umum kota itu.

Polisi anti huru-hara juga tidak hadir seorangpun di Lapangan Lenin, Donetsk, itu walau pengawasan tetap dilakukan oleh petugas pelayanan keamanan Ukraina dan pemerintahan setempat. 

Sebelumnya, pembicaraan empat mata antara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, dan Menteri Luar Negeri Russia, Sergey Lavrov, berakhir dengan ketidaksepakatan. Segera setelah berbicara dengan Kerry, Sabtu lalu, Lavrov menyatakan, referendum Krimea itu telah memenuhi kaidah hukum internasional. 

Menurut negara-negara Eropa dan Amerika Serikat, yang terjadi saat ini di Semenanjung Krimea secara de facto adalah aneksasi. Mereka telah mengumumkan langkah-langkah sanksi bagi Rusia, yang dikatakan akan semakin berat pada tahap demi tahap. 

Kiev sebagai lambang Ukraina, di bawah pemerintahan baru yang merapat ke Barat menggantikan Presiden Ukraina yang digulingkan, Viktor Yanukhovych, mendesak bahwa integritas teritorial Ukraina meliputi juga Semenanjung Krimea. 


SUMBER ANTARA

Sejarah Letusan Gunung Tangkuban Parahu

Legenda Sangkuriang mungkin dipercaya oleh sebagian orang di wilayah Subang dan Bandung menjadi ikhwal terbentuknya Gunung Tangkuban Parahu. Namun berdasarkan penelitian yang dilakukan Van Bemmelen (1934) dapat diketahui bahwa Tangkuban Parahu terbentuk setelah meletusnya Gunung Sunda Purba. Gunung Sunda ini meledak dengan hebat sekitar 50.000 tahun yang lalu. Begitu hebatnya sehingga meninggalkan lubang menganga dengan diameter 5-10 km. Lubang menganga bekas letusan tersebut di beri nama kaldera sunda. Di dalam kaldera sunda inilah terbentuk gunung baru, yaitu Tangkuban Parahu. Proses terbentuknya gunung ini sama halnya dengan anak gunung krakatau yang lahir tahun 1927.
Letusan Tangkuban Parahu Tahun 1910
Letusan Tangkuban Parahu Tahun 1910
Letusan Tangkuban Parahu Tahun 1910
Letusan Tangkuban Parahu Tahun 1910
Dalam sejarahnya Tangkuban Parahu sudah beberap akali meletus. Namun, dalam kurun waktu hampir 200 tahun ini gunung Tangkuban Parahu tidak pernah meletus hebat. Erupsi Tangkubanparahu dewasa ini tergolong fasa C (masih dalam tahap pembentukan/pertumbuhan gunung), berupa erupsi esplosif yang kecil-kecil saja dan kadang-kadang diselingi oleh erupsi freatik. Secara nyata ikhtisar erupsinya dapat diuraikan sebagai berikut:
• Tahun 1829: Letusan berupa abu dan batu dari Kawah Ratu dan Domas.
• Tahun 1846: Terjadi peningkatan kegiatan.
• Tahun 1896: Terbentuk fumarol baru di sebelah utara Kawah Badak dari Kawah Ratu.
• Tahun 1910: Kolom asam membumbung setinggi 2 Km di atas dinding kawah, letusan berasal dari Kawah Ratu.
• Tahun 1926: Letusan freatik di Kawah Ratu membentuk lubang Ecoma.
• Tahun 1935: Lapangan fumarol baru disebut Badak terbentuk, 150 m ke arah selatan baratdaya dari Kawah Ratu
• Tahun 1952: Letusan abu didahului oleh letusan hidrotermal freatik
• Tahun 1957: Letusan freatik di Kawah Ratu, terbentuk lubang kawah baru
• Tahun 1961: Terjadi letusan freatik Gunung api Tangkuban Perahu
• Tahun 1965: Terjadi letusan freatik Gunung api Tangkuban Perahu
• Tahun 1967: Terjadi letusan freatik Gunung api Tangkuban Perahu
• Tahun 1969: Letusan freatik didahului letusan lemah yang menghasilkan abu
• Tahun 1971: Letusan freatik
• Tahun 1983: Awan abu membumbung setinggi 150 m di atas Kawah Ratu.
• Tahun 1992: Peningkatan kegiatan kuat dengan gempa seismik dangkal dan letusan freatik kecil
• Tahun 1994: Letusan freatik di kawah baru
• Tahun 1999: Peningkatan aktivitas
• Tahun 2002: Peningkatan aktivitas
• Tahun 2005: Peningkatan aktivitas
• Tahun 2013: Beberapa kali terjadi peningkatan aktivitas (Februari, Maret, Oktober). Sejarah baru terjadi dengan 11 kali letusan freatik dalam kurun waktu 4 hari (5-10 Oktober 2013)
Erupsi Tangkuban Parahu Tahun 1910-an
Erupsi Tangkuban Parahu Tahun 1920-an
Awan Putih Berbentu Jamur Membumbung Tinggi di Kawah Ratu Sabu Pagi (5/10/2013)
Awan Putih Berbentuk Jamur Membumbung Tinggi di Kawah Ratu Sabtu Pagi (5/10/2013)

Mantan TKI Subang Mengubah Desanya Menjadi Desa Percontohan

Siapa sangka, sebuah pesantren dhuafa yang berlokasi di daerah Subang Jawa Barat yang tadinya hanya berorientasi melahirkan ahli agama dan anak-anak yang berahlak mulia, kini dapat memetamorfosis menjadi sebuah yang tempat perkumpulan yang menghasilkan enterprenuer lokal yang berorientasi internasional tanpa harus meninggalkan segi-segi ke Islaman yang hakiki.
Sebut saja Siti Bilqis, alumni pesantren Miftahul Hidayah ini bersama dengan ponpes, melakukan terobosan baru bagi orang banyak. Berbekal pengalaman, buku-buku dan sejumlah uang yang di dapat dari hasi jerih payahnya di Hongkong menjadi Tenaga Kerja Indonesia. Bilqis mencoba membuka cakrawala pemikiran masyarakat di kampungnya dengan membuka Rumah baca, agar masyarkat dan anak-anak di desanya gemar membaca. “Sebab dengan kita bisa membaca, kita dapat membuka jendela dunia dan mengetahui isinya,” jelas Bilqis.
Dengan latar belakang hidup yang pahit, Bilqis tidak ingin para tetangga atau masyarakat kampungnya turut mengalami apa yang dideritanya selama ini. Semenjak di tinggal pergi untuk selama-lamanya oleh kedua orangtuanya pada tahun 2005. Dirinya bertekad akan terus menuntut ilmu meski dirinya harus berkorban menjadi TKI di Hongkong. Sebab untuk menuntaskan pendidikannya, Bilqis harus rela membagi waktu kerjanya dengan bersekolah persamaan kejar paket C yang ada di hongkong. “ Saya masih ingat pesan kedua orangtua saya, agar saya tetap harus menamatkan sekolah. Makanya saat ada kesempatan dapat menuruskan sekolah meski persamaan paket C , saya tetap menjalaninya dengan senang,” terang mantan volunteer DD Hongkong ini.
Setelah beberapa bulan membuka rumah baca Bilqis yang berada di kampungnya Subang Jawa Barat, ternyata tanggapan para masyarakat setempat sangat antusias sekali dengan apa yang dilakukan mantan TKI Hongkong ini, terutama pimpinan pondok pesantren Miftahul Hidayah (MH). Dengan niat yang tulus untuk memajukan dan membantu mensejahtrakan umat, bersama-sama MH management, Bilqis mencoba menuangkan konsep-konsep yang terpendam selama ini.
Dimulai dari pembuatan Layanan KesehatanTerpadu (LKT) dan kursus komputer bagi para masyarakat di desa dan anak-anak ponpes setiap hari minggu pada salah satu sudut ruangan ponpes Miftahul Hidayah. Dengan di realisasikannya ide awal tersebut, tidak membuat Bilqis dan MH management merasa puas atas pekerjaannya itu. Apalagi dengan atusiasme masyarakat desa dalam merespon ide-ide Bilkis dan MH management, Bilqis segera membuat proposal bantuan kepada lembaga-lembaga resmi daerah guna membantu merealisasi ide-ide lainnya. Seperti memasok bahan baku pembuatan kripik, yang dilakukan para ibu-ibu dilingkungan pesantren. “Kita memang memperdayakan ibu-ibu di sekitar lingkungan pesantren agar dapat menambah penghasilan dari usaha pembuatan kripik singkong ini,” kata Bilqis.
Tidak sampai disitu saja inovasi yang dilakukan Bilqis bagi masyarakat, dirinya juga merambah sektor jasa resto bagi kaum dhuafa. Yang mana semua para pegawainya berasal dari para santri dan anak-anak muda desa sekitar pondok pesantren. Tidak heran, dengan kegigihannya dalam meningkatkan usaha yang digelutinya, usaha resto Bilqis dan MH management yang diberi nama kafe mandani, kini memiliki 5 cabang outlet yang tersebar di wilayah Subang Jawa Barat.
Untuk mendukung usaha restonya, Bilqis dan MH management juga membuka pasar pagi “Kampung Kuliner Fajar” yang menyediakan segala macam bentuk jajanan pagi khas kampung. Hal ini bertujuan agar masyarakat luas tahu, bahwa MH Management berfokus pada dan komitmen dengan pemberdayaan masyarakat. Bahkan jajaran Pemda Subang, termasuk Bupati, dinas Koprasi dan UMKM serta lembaga pendidikan lainnya mendukung usaha-usaha Bilqis dan MH managementnya. “ Tidak mengherankan jika desa Kiarasari terpilih oleh Dompet Dhuafa sebagai desa percobaan yang dinamakan Lumbung Desa”, bangga Bilqis.

Kisah Anak Manusia Menjadi Buaya di Sungai Cipunagara, Subang







 



 Kisah ini ditulis berdasarkan kesaksian Supena, yang dituturkan bebera waktu silam. Kejadiannya berlangsung saat Supena menjabat seketris desa atau juru tulis di sebuah desa yang terletak di kecamatan Pusakanegara, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Lelaki itu semakin hari semakin menderita setelah ditinggal anak perempuannya. Anaknya yang baru berusia lima tahun itu merenggut ajal di pinggir sungai Cipunagara.
Sejak kehilangan sang anak, Dirta, si lelaki itu, selalu melamun di tepi sungai Cipunagara, dan terkadang dia bicara sendirian lalu tersenyum. Begitulah hari-hari yang dilewati Dirta semenjak empat bulan yang lalu ditinggal mati anak perempuan semata wayangnya. Rasa menyesal di hatinya membuat goncangan hebat di dalam jiwanya.
Bermula dari kemarau panjang, menjelang akhir tahun. Karena kondisi perekonomian yang sulit, banyak warga yang terpaksa makan nasi aking. Kejahatan pun semakin merebak di berbagai perkampungan penduduk.
Kebiasaan mencuri, merampok disertai penganiayaan kepada korban bukan kejadian aneh lagi ketika itu. Aku sebagai juru tulis alias sekdes cukup kewalahan menerima pengaduan dari masyarakat yang menyangkut pencurian, bakik hewan ternak maupun harta benda lainnya yang melanda warga desa. Tak terhitung pula laporan mengenai warga yang busung lapar dan terkena penyakit menular singgah di meja kerjaku yang sudah lapuk.
Begitu banyak laporan itu dan sejujurnya saja sulit untuk ditindak lanjuti mengingat kapasitasku yang hanya sebagai sekertaris desa. Namun dari semuanya, hanya ada satu laporan dari warga yang aku angap menarik untuk ditindak lanjuti, yakni tentang kematian bocah berumur lima tahun yang mati tenggelam di sungai Cipunagara ketika sedang mencari capung dengan teman-temannya.
Hari masih pagi, dan kayuh sepeda tuaku menuju rumah warga yang bernama Dirta. Ada beberapa orang hadir menyambut kedatanganku. Aku mengira jasad bocah itu langsung akan dimakamkan, tetapi setelah diperhatikan wajah-wajah yang menyambutku tampak kebingungan dan mengeluh.
“Jasadnya belum diketemukan, Pa Ulis!” Bisik salah seorang kepadaku.
“Memang kejadiannya kapan?” Tanyaku.
“Kemarin sore, menjelang Maghrib,” jawabnya.
“Ada bukti atau saksi saat kejadian anak si Dirta tenggelam?” tanyaku kepada ketua RT.
“Ada Pa Ulis, temannya, anak Ropiah. Dia menangis pulang sambil membawa sepasang sandal anak si Dirta. Dia memberitahukan kejadiannya kepada Bapaknya,” papar ketua RT.
Aku merenung sejenak, lantas aku perintahkan semua lelaki menyisir pinggiran sungai Cipunagara menuju ke hilir mumpung hari masih pagi. Aku pun turut serta mencari bersama-sama masyarakat. Tidak sejengkalpun terlewati dari tatapan mata para pencari jasad anaknya Dirta.
Rerimbunan alang-alang dan semak-semak yang tumbuh subur di pinggiran sungai Cipunagara tidak luput dari buruan pencari jasad anak perempuan si Dirta. Teriakan-teriakan memanggil nama korban menambah hiruk-pikuk suasana saat itu.
Menjelang Dzuhur, pencarian masih tetap nihil namun semangat warga masih menggebu-gebu untuk mendapatkan korban. Seingatku hampir semua lelaki yang ada di kampung Kedung Jati turun ikut mencari. Menjelang Maghrib, pencarian dihentikan.
Seluruh masyarakat berkumpul di rumah Dirta untuk bermusyawarah mencari solusi apa yang harus dilakukan guna mendapatkan kembali jasad anak perempuannya. Kalau melihat keadaan sungai Cipunangara saat itu, airnya kecil hampir tidak berarus, ini biasa tiap tahunnya bila musim kemarau, maka tidak mungkin rasanya jasad anak perempuan si Dirta sudah jauh terseret arus. Ya, mustahil sekali.
Saat kebuntuan datang, tiba-tiba salah seorang warga berkata, “Pak Ulis, bagaimana kalau kita memanggil malim buaya (pawang buaya)?”
“Boleh saja. Siapa di antara kalian yang tahu orangnya?” tanyaku.
“Ada orangnya, tapi bukan orang desa sini. Jauh, Pak Ulis,” ucapnya.
“Dimana?” tanyaku penasaran.
“Di Haurgeulis. Tapi bisa dipanggil kesini!” jawabnya.
“Ya sudah, besok saja karena sekarang sudah malam,” ucapku.
Esok paginya, salah seorang kuperintahkan berangkat ke Haurgeulis. Sambil menunggu sang pawang buaya datang, yang ada kuperintahkan untuk turun kembali mencari jasad yang tenggelam. Siapa tahu sekarang sudah dapat timbul atau mengambang di permukaan air.
Sementara itu, Dirta tidak henti-hentinya menangis sambil berteriak-teriak memanggil anaknya yang tenggelam dua hari lalu. Semenjak bercerai dengan isterinya setahun yang lalu, anaknya itu memang ikut denganya, sedangkan isterinya pulang ke orangtuanya.
Sampai menjelang Dzuhur, yang kuperintahkan ke Haurgeulis belum juga datang. Aku dengan bersabar menunggu di pinggir sungai Cipunagara sambil memperhatikan orang-orang yang sedang mencari jasad anaknya si Dirta.
Memang bila musim kemarau, airnya dangkal hanya sebatas lutut hingga perut orang dewasa. Tetapi ada lokasi-lokasi tertentu yang dipercaya masyarakat di sekitar Cipunagara menyebutnya Kedung (lubang besar dibawah air) yang cukup dalam. Tempat ini adalah lokasi bersemayam makhluk halus, penunggu atau penghuni kerajaan siluman air sungai Cipunagara.
Ya, sungai Cipunagara yang membentang dari selatan ke utara itu memang menyimpan mitos daerah-daerah yang dilaluinya. Mulai dari wilayah Kabupaten Sumedang, sampai ke hilir di wilayah Pamanukan, Kabupaten Subang.
Mitos-mitos bermunculan seperti kisah sepasang pengantin di larang menyeberang sungai Cipunagara, atau orang diluar wilayah tersebut janga mandi di sungai itu. Dan memang, mitos itu berlaku hingga sekarang dan terbukti ada yang jadi korban.
Masyarakat sepanjang sungai ketika penumpasan G30S/PKI hampir setiap hari menguburkan mayat-mayat yang mengambang dari hulu menuju hilir, dalam keadaan tidak utuh lagi. Ada yang tangannya hilang atau kepalanya tidak ada, isi perutnya kosong dan alat vital hilang, dan banyak lagi.
Setelah Ashar, pawing buaya yang ditunggu akhirnya datang. Aku selesai shalat Ashar di surau tidak jauh dari rumah Dirta. Sebelum terjun ke lokasi, Dirta dipanggil ke surau. Orang yang dipanggil Abah dengan keahlian pawang buayanya itu meminta Dirta untuk menceritakan awal kejadianya.
Kadang-kadang aku dan warga ikut nimbrung untuk melengkapi cerita Dirta. Sesekali pria setengah baya bertubuh kecil yang dipanggil Abah itu manggut-manggut, dengan mulut komat-kamit dan matanya dipejamkan beberapa saat.
“Dirta, anakmu ada di suatu tempat yang aman. Makan dan minum disediakan,” ucap Abah sambil tersenyum.
Semua yang hadir saat itu senang mendengarnya.
“Tetapi anak itu bukan di alam manusia!” demikian tegas Abah.
Suasana hening dan tegang. Apalagi, Dirta ingin segera Abah melanjutkan ucapannya.
“Anakmu ada didunia yang tidak tampak oleh mata sembarangan orang. Persisnya dia ada di alam lelembut penguasa kerajaan Kedung Cipunagara,” terang Abah.
“Apakah bisa diambil kembali, Abah?” tanyaku.
“Bisa!” Jawab Abah, singkat.
“Tetapi nanti bila kita kesana. Abah minta kepada Dirta, apa yang ada di depan matamu harus diakui. Ingat itu!” Ujar Abah memperingatkan Dirta.
“Baiklah, Abah!” ucap Dirta.
Abah melanjutkan lagi ucapannya, seraya sepasang matanya melihat orang-orang yang ikut riungan saat itu, “Abah minta seorang saksi dari pihak aparat desa sini. Apakah ada?” tanyanya.
“Ada, Bah. Pak Ulis Supena ini!” jawab beberapa warga serempak menunjukku.
“Pak Ulis siap jadi saksi?” tanya Abah.
“Insya Allah siap, Bah!” jawabku, singkat.
“Nanti kita bertiga…Abah, Dirta dan Pak Ulis berangkat ke raja penguasa Kedung Cipunagara, supaya anak Dirta dikembalikan. Tetapi seperti yang sudah Abah katakan, apapun yang kamu lihat di sana harus diakui. Mengerti, Dirta?” Abah menerangkan sambil mengingatkan kembali kepada Dirta.
Dirta mengangguk, “Ya, Bah!” tegasnya.
Setelah semua siap, kami berangkat menuju sungai Cipunagara. Warga mengikuti dari belakang, ingin menyaksikan apa yang akan terjadi. Aku sedikit tegang, juga bertanya-tanya di dalam hati, apa yang akan dilakukan sang pawang buaya ini?
Abah menyuruh yang lain agar menunggu saja di bibir sungai. Sementara aku dan Dirta disuruh turun ke air. Sang pawang dengan diapit oleh aku dan Dirta. Tangan kananku dipegang erat-erat oleh tangan kiri Abah, dan tangan kiri Dirta dipegang erat-erat oleh tangan kanan Abah.
Kami disuruh menghadap ke tengah sungai lalu memejamkan mata, dan diminta jangan sekali-kali membukanya sebelum ada perintah dari Abah. “Jangan pula kalian menengok ke belakang!” pesan Abah.
Entah berapa lama berlalu, kudengar Abah berucap agar kami segera membuka mata. Aneh, saat aku membuka mataku, yang di hadapanku bukan lagi air sungai Cipunagara, melainkan jalan lurus dengan bunga-bunga tumbuh di sampingnya. Indah sekali. Rumah-rumah berderet tertata rapi, bersih tidak ada sampah.
Sepanjang jalan yang kami, lalui aku tidak henti-hentinya berdecak kagum di dalam hati menyaksikan keanehan dan keindahan yang tampak di depan mata. Waktu itu kami juga berpapasan dengan sejumlah penduduk yang ramah-ramah, selalu mengangguk dan tersenyum saat berpapasan dijalan dengan kami.
Uniknya, pakaian yang dikenakan sama warnanya, hitam. Kepala mereka juga memakai ikat warna hitam pula, baik perempuan maupun laki-laki.
Kami bertiga terus saja berjalan, mengikuti Abah dari belakang. Semakin jauh melangkah semakin banyak orang kami temui, seperti layaknya memasuki pusat kota tetapi tidak kutemui kendaraan. Semua berjalan kaki. Sekali-kali Abah bersalaman, berbincang-bincang seperti yang sudah kenal sebelumnya, dengan orang yang dijumpainya.
“Pak Ulis, sekarang ini kita berada di dasar sungai Cipunagara, dan sebentar lagi kita sampai ke tempat dimana anak Dirta berada,” bisik Abah kepadaku.
Banyak sekali sebenarnya pertanyaan-pertanyaan di benakku yang akan kusampaikan kepada Abah, seperti kenapa tidak keluar keringat meskipun rasanya aku merasakan berjalan ini sudah lama sekali?
Kenapa aku merasa hari itu terang di siang hari, tetapi ketika aku tengadah tidak melihat letak posisi mataharinya? Kubiarkan pertanyaan-pertanyaan ini memenuhi benakku, sampai selesai tugas ini. Semoga saja kami semua selamat berkat lindungan Tuhan Yang Maha Esa.
Kami berjalan agak sedikit di pelankan ketika melihat di depan ada sepasang gapura dengan dua penjaga memegang tombak dan perisai di tangannya yang kekar berotot. Pakaiannya seperti pakaian wayang orang di televisi. Kelihatannya galak dan berwibawa. Mungkin karena pengaruh postur tubuhnya yang tinggi besar, rambutnya gimbal sepunggung.
“Sampurasun, Gusti Punggawa!” ucap Abah memberi salam sambil membungkukan badan kepada kedua penjaga pintu gerbang.
“Rampes, Abah. Ada perlu apa Abah ke sini?” jawab salah seorang punggawa dengan suara menggema, yang sepertinya sudah mengenal Abah
“Abah kangen saja, ingin bertemu dengan paduka raja. Apakah beliau ada di istananya?” tanya Abah.
“Ada, Abah. Kebetulan kanjeng raja baru pulang berburu, sekarang ada di paseban rempugan dengan para patih,” jawabnya.
“Ada masalah apa punggawa?” tanya Abah.
“Hamba kurang tahu masalahnya, Abah. Lebih baik Abah masuk saja ke paseban kalau ingin menemui raja,” ucap penjaga pula sambil mempersilahkan kami masuk dengan sebelah tangannya.
Kami berjalan lagi melewati sebuah lapangan luas seperti alun-alun, sebelum akhirnya kami tiba di sebuah istana yang sangat megah dengan arsitektur mirip dengan istana-istana raja tempo dulu yang masih tersisa hingga sekarang.
Aku seperti di alam mimpi, tetapi saat tanganku kucubit terasa sakit. Dirta juga banyak diam. Mungkin benaknya sama denganku, banyak menyimpan pertanyaan tentang perjalanan ini yang belum sempat ditanyakan kepada Abah.
Kami tiba di paseban. Semua yang diruangan menyambut kami dengan ramah, terutama kepada Abah, yang sepertinya sudah mereka kenal sebelumnya. Kami dipersilahkan duduk bersila setelah bersalaman.
Di kursi yang mewah dan antik, duduk seorang yang dihormati oleh bangsanya. Sosok yang kharismatik berwibawa dengan pakaian kebesaran yang bergemerlapan emas permata.
“Selamat datang di negeri kami. Ada apa gerangan Abah dan rekan-rekan sudi datang ke negeri kami ini?” tanya sang raja.
“Sebelum Abah menjawab, lebih dahulu terimalah sembah dan sujud Abah dan teman-teman kepada yang mulia paduka raja penguasa kerajaan Kedung Cipunagara,” ucap Abah sambil membungkuk badan, lalu diikuti olehku dan Dirta.
“Diterima sembah sujud Abah. Salam sejahtera sebaliknya untuk bangsa manusia yang mempunyai derajat yang lebih tinggi dari pada bangsaku di sisi Yang Maha Kuasa Pencipta Alam Semesta,” ucap sang raja merendah, sambil tidak lepas seulas senyum menghias bibirnya.
“Terima kasih atas sambutan dan doa dari padaku raja. Terlebih dahulu Abah akan mengenalkan orang-orang yang Abah bawa, yang pertama adalah juru tulis Supena,” ujar Abah menunjuk kepadaku.
“Dan ini di sebelahnya Dirta, warga Pak Ulis Supena. Abah datang kesini hanya perantara saja. Abah hanya menolong Dirta, kanjeng raja, yang lagi kesusahan. Coba ceritakan sendiri kesusahanmu Nak Dirta kepada sang raja,” ucap Abah sambil menolek kepada Dirta supaya bicara sendiri maksud kedatangannya.
Dirta kelihatan gugup dan gelagapan saat diberi kesempatan untuk bicara sendiri. Melihat Dirta seperti itu, walau tanpa disuruh, aku yang bicara mengenai maksud kedatangannya.
“Begini, paduka raja. Hamba di sini bicara mewakili Dirta karena selaku pengurus masyarakat, hamba berkewajiban menolong masyarakat hamba yang membutuhkan pertolongan.”
“Bagus…bagus, Pak Ulis. Silahkan Pak Ulis yang bicara maksud kedatangan Dirta ke tempat hamba ini!” ucapnya mempersilahkan aku untuk bicara.
Aku menarik nafas beberapa kali sebelum memulai. “Saat itu, dua hari yang lalu, anak perempuan Dirta sedang main dengan temannya di pinggir sungai Cipunagara. Tetapi temannya pulang mengabarkan ke warga kampung, bahwa anak Dirta terperosok ke sungai kemudian tidak timbul lagi sampai sekarang.
Begitulah maksud kedatangan hambar ke sini, ingin menanyakan apakah anaknya Dirta ada disini, Paduka? Dan sekalian dengan ijin paduka kami ingin membawa pulang kembali!” Ucapku dengan tutur bahasa yang lemah lembuh supaya jangan ada yang tersinggung.
Sebelum membahas mengenai anak perempuan Dirta, sang raja melemparkan pertanyaan ke para patih yang hadir saat itu dengan suara yang nyaring, sehingga membuat aku kaget.
“Wahai para patih, apakah ada di antara kalian yang berani-beraninya mengganggu anak manusia?” Teriaknya menggema mengisi ruangan paseban.
“Ampun gusti, hamba yang hadir di ruangan ini tidak berani melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh paduka raja, bahwa rakyat kerajaan Keduan Cipunagara dilarang mengusik apalagi membawa bangsa manusia ke negeri ini,” kata salah seorang patih.
“Pa Ulis…Abah…Dirta, kalian dengan sendiri apa yang dikatakan patihku tadi, bukan?” Ucap raja dengan suara rendah.
“Ampun, gusti! Hamba mendengarnya! Hamba kesini bukan menuduh tetapi hanya bersifat menanyakan semata, hamba tidak menuduh,” Abah menjelaskan sembari mengangkat kedua tangannya.
“Maaf beribu maaf, paduka gusti! Seperti yang sudah Abah katakan tadi, kami kesini hanya menanyakan. Kalau memang ada, terima kasih. Tetapi kalaupun tidak ada, kami haturkan terima kasih pula atas keramahtamahan, kesedian paduka raja menerima hamba bertiga datang kesini,” kataku melengkapi kata-kata Abah.
“Seperti yang sudah hamba katakan, bahwa bangsa manusia mempunyai derajat yang lebih tinggi daripada bangsa kawula dan sudah menjadi ketetapan bangsa kawula selama ribuan tahun bahwa nenek moyang bangsa kawula melarang keras mengganggu manusia, apalagi memangsanya. Karena manusia makhluk yang paling mulia di hadapan Sang Pencipta,” sabda sang raja disambut anggukan kepala oleh para patih.
Keadaan hening sejenak di paseban. Semua membisu tidak bersuara.
“Coba ingat-ingat lagi, Patih. Apakah ada laporan dari masyarakat dua hari yang lalu?” ujar sang raja kepada para patih yang hadir, memecah kehingan.
“Ampun gusti! Hamba hanya menerima laporan dari warga Pancerkulon yang menangkap seekor anak kambing karena mengganggu tanaman sayuran dan sekarang anak kambing itu sudah ditangkap lalu hamba simpan di istal,” ucap salah satu patih memberitahukan kepada rajanya.
“Apakah itu milikmu, Dirta?” tanya sang raja.
“Ampun gusti. Hamba orang miskin, hamba tidak punya kambing!” jawab Dirta, singkat.
Mendengar jawaban Dirta seperti itu, mendadak Abah jengkel. Kenapa dia tidak mendengar nasehatnya saat riungan di surau, apa yang dilihat atau dikatakan harus diakui apapun bentuknya. Tapi, Abah tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan sang raja.
Setelah berbasa-basi, kami bertiga akhirnya pamitan pulang. Kami berjalan memotong, bukan jalan yang tadi sewaktu berangkat. Kami berdua disuruh Abah menutup mata, ketika kami disuruh membuka mata kembali, kami sudah berada dipinggir sungai Cipunagara dengan air sebatas lutut kami.
Tapi kenapa bajuku tidak basah? Sungguh pengalaman yang luar biasa, dan tak akan kulupakan seumur hidupku. Penyesalan yang sungguh teramat sangat, ketika Abah menyalahkan Dirta, yang tidak memegang nasehatnya sebelum berangkat.
“Dunia kita dengan dunia siluman buaya sangat berbeda. Tidak sama seperti manusia melihat manusia. Kalau wujud asli buaya tampak di permukaan air memangsa manusia, kemudian menyeretnya ke dalam air, itu yang dilihat buaya bukan wujud manusia lagi, tetapi bisa kambing, celeng, atau hewan-hewan lainnya.
Begitu pula sebaliknya pada manusia, apabila hanya dilihat dengan dua mata kita wujud mereka adalah buaya. Akan tetapi apabila manusia melihatnya dengan mata batin akan timbul keakraban sesama makhluk ciptaan yang Maha Kuasa seperti yang Pak Ulis Supena alami bersama Abah tadi.” Kata Abah panjang lebar, sebelum dia kembali ke Haurgeulis.
“Lantas, bagaimana nasib anak Dirta, Abah? Apakah jasadnya akan mengambang dan bisa kami kuburkan sebagaimana layaknya?” tanyaku, penasaran.
“Mudah-mudahan!” ujar Abah, datar.
Enam bulan sudah Dirta menanti penantian yang sia-sia di pinggir sungai Cipunagara, anaknya datang hanya didalam mimpi dan memberi senyuman.
“Bapak aku tidak jauh darimu. Tengoklah anakmu menjelang maghrib di Cipunagara. Pasti ada!” Pesannya.
Batinnya terpukul waktu pertama kali menunaikan pesan mimpinya. Di hadapannya ada sesuatu yang besar dan panjang sedang menantinya. Dia tak lebih seekor buaya. Buaya itu menghilang masuk ke air.
Dirta menjerit sekuat tenaga memanggil nama putrinya. Sejak itu, tiap menjelang Maghrib, Dirta duduk di pinggir sungai Cipunagara menanti anaknya. Kadang-kadang tertawa, kadang-kadang meratap-ratap memangil-manggil nama anaknya.
Sampai aku mengundurkan diri jadi juru tulis karena uzur, jasad anak Dirta tidak diketemukan lagi. Bahkan Dirta sendiri menghilang entah kemana. Warga tidak mengetahui, cuma tiap menjelang malam ada bunya kecil suka menampakkan diri pada warga yang sedang mandi di sungai. (Petikan)



Hotel-Hotel Terbaik di Kota Subang

  

Gracia Spa and Resort: Public Pools
 
 Alamat : Blok Dawuan, Cikondang | Ciater, Subang, Indonesia
Peringkat #1 dari 3 B&B/Losmen di Subang
 
 
2. Sari Ater
 
Sari Ater 
 
3. Lembah Gunung Kujang  
 
 
Lembah Gunung Kujang 
 Alamat  : Jln Raya Gunung Tua Cijambe Subang
 
 4.  Diamond Hotel
Diamond Hotel 
 Alamat :
Jl. Otista No. 18, Subang, Indonesia

10 Cewek Cantik Asia yang Paling Banyak di Cari

No.1. "Gaming first beauty", Tak bisa disangkal lagi si cantik paling populer dari China, Xin Zhang dengan volume pencarian : 5,730,000. Hits Kunjungan ke blognya mencapai : 25,675,111. ZHANG Xin paling terkenal di jagad internet asia pada 2009.


No. 2. Kon Yan Song Sisters. Volume Pencarian: 171.000 - Hits Kunjungan ke Blog 3.708.220 - Net Index: 699.211

No. 3. Juliet Lin Ke Tong - Volume Pencarian : 889,000 - Hits Kunjungan ke blog : 29,661,125

No. 4. Elly Tran - Volume Pencarian : 454,000


No. 5. Shu Yao Yao Guo - Volume Pencarian 5,540,000

No. 6. Liu Yu Qi - Volume Pencarian 452.000 - Hits Kunjungan ke Blog : 6,521,818

No. 7. Ding Beili - Volume Pencarian : 297,000 - Hits kunjungan ke blog : 5,295,834


No. 8. Diao Chan - Volume Pencarian: 2.710.000 - Hits kunjungan ke blog : 8.697.587

No. 9. Sun Ting - Volume Pencarian : 179,000


No. 10. Deng Fine - Volume Pencarian: 46.800 - Hits Kunjungan ke blog : 338.130

Cara Membuat System Restore Point Secara Manual di Windows 7

System Restore merupakan salah satu fitur yang dimiliki oleh OS Windows sebagai tool untuk berjaga-jaga kalau ada hal tidak diinginkan yang terjadi. Hal-hal tidak diinginkan tersebut pun bervariasi, dari komputer yang terserang virus hingga komputer yang hang karena instalasi software yang bermasalah.

Dengan menetapkan sebuah restore point, Anda bisa mengembalikan keadaan komputer Anda seperti pada kondisi semula. Windows 7 pun menyediakan cara yang sangat mudah untuk membuat sebuah restore point. Langkah pertama, Anda tinggal mengetikkan ‘create restore point’ pada halaman pencarian. Selanjutnya akan muncul Create a restore point pada hasil pencarian.

Selanjutnya akan muncul windows properties. Lalu, klik pada tab System Protection dan klik tombol ‘create’.

Berikutnya akan muncul dialog box ‘Create a restore point’. ketikkan tanggal yang ingin Anda tetapkan. Dan, Anda tinggal menunggu beberapa waktu. Sebaiknya, Anda menetapkan tanggal sebelum Anda menginstal sebuah software atau sewaktu-waktu. Pemilihan waktu yang tepat menentukan waktu system restore bisa membantu Anda saat komputer tengah bermasalah.
Selanjutnya Anda harus menunggu beberapa saat, dan akan muncul notifikasi kalau pembuatan system restore point telah selesai dan berhasil.

10 Peristiwa karamnya kapal laut dengan korban terbanyak

1. MV Doña Paz
Jumlah korban : 4.375 org
Doña Paz adalah kapal ferry penumpang yg tenggelam setelah bertabrakan dengan kapal tangker “Vector” pada tanggal 20 Desember 1987. Saat itu kapal sedang melakukan perjalanan dari kepulauan Samar – Filipina. Ketika berada di selat Tablas diantara pulau Mindoro dan Tablas kapal bertabrakan dengan kapal tangker “Vector” yg sedang membawa 8.800 barel minyak. Muatan dari kapal tangker itu langsung terbakar dan menyambar Doña Paz. Saking ganasnya api Doña Paz tenggelam hanya beberapa menit kemudian.
Meskipun pernyataan resmi dari pihak berwenang jumlah penumpang adalah 1.568 org (meski kapasitas maksimum kapal hanya 1.518 org) tapi dari berbagai kesaksian korban selamat saat itu kapal benar-benar kelebihan muatan dan akhirnya diketahui jumlah korban tewas adalah 4.375 org. 21 org korban selamat karena bisa berenang menjauhi kapal dan tidak ada waktu untuk menurunkan sekoci penyelamat. Penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kru kapal tidak bisa memenuhi standar keamanan dan ijin pengoperasian kapal ternyata sudah habis. Musibah Doña Paz sampai saat ini menjadi kejadian kecelakaan laut terburuk dalam sejarah.

2. Halifax Explosion 
Jumlah korban : 1.950 org
Ledakan Halifax terjadi pada hari Kamis, 6 Desember 1917 saat kota Halifax, Nova Scotia-Kanada hancur lebur akibat ledakan dahsyat dari sebuah kapal kargo Prancis “Mont-Blanc” yang membawa muatan penuh berisi mesiu dan bahan peledak untuk militer. Kapal ini tertabrak kapal Norwegia “The Narrows” di salah satu bagian pelabuhan Halifax.

Ledakan membunuh hampir 2000 org diakibatkan serpihan, api dan runtuhnya bangunan-bangunan di dalam radius 2 km dari lokasi kejadian. Diperkirakan sekitar 9.000 org terluka akibat peristiwa ini. Sampai sekarang ledakan tersebut masih memegang rekor sebagai ledakan konvensional terbesar yg dihasilkan oleh manusia. Saking hebatnya efek ledakan tersebut sampai menimbulkan tsunami yg kemudian menyapu pepohonan, membengkokkan rel kereta api, menghanyutkan rumah, mobil dan membawa serpihan-serpihan Mont-Blanc berkilo-kilometer jauhnya. Gambar diatas adalah situasi setelah terjadinya ledakan. 

3. MV Joola 
Jumlah korban : 1.863 org
MV Le Joola adalah kapal ferry penumpang milik pemerintah Senegal yg tenggelam di dekat pantai wilayah Gambia pada tanggal 26 September 2002. Sebenarnya kapal ini berkapasitas 580 org tapi pada saat itu diperkirakan hampir 2000 orang yg berada diatas kapal.

Panggilan radio terakhir dari kru kapal pada pukul 10:00 malam mengabarkan bahwa kondisi pelayaran berlangsung dengan baik. Seperti dalam film Titanic, para penumpang sedang asyik berpesta dan berdansa ditengah alunan grup band kapal. Sekitar pukul 11:00 malam kapal mulai memasuki wilayah badai di laut Gambia dan ditengah ombak besar dan angin kencang kapal tenggelam dengan cepat memuntahkan para penumpang dan muatannya ke tengah lautan. 

Laporan saksi mata menyebutkan bahwa kejadian ini hanya berlangsung selama 5 menit dan hanya satu sekoci penyelamat yg berhasil diturunkan dengan cuma 25 org penumpang selamat didalamnya. 

4. Sultana 
Jumlah korban : 1.800 org
Kapal uap Sultana adalah kapal penumpang yg melayari sungai Mississippi, hancur dalam sebuah ledakan pada tanggal 27 April 1865. Peristiwa ini tercatat sebagai tragedi terburuk dalam dunia maritim di Amerika Serikat. Diperkirakan 1.800 dari 2.400 penumpang kapal terbunuh saat salah satu dari empat boiler (tungku pemanas) meledak, Sultana tenggelam tidak jauh dari Memphis – Tennessee. Sebagian besar penumpang adalah bekas tahanan dari pasukan Konfederasi yang dikirim kembali ke rumah mereka. Ledakan akibat kebocoran dan kurangnya perawatan dari tungku pemanas menyebabkan hancurnya separuh badan kapal dan batu bara panas yg beterbangan membakar habis sisa badan kapal.

5. RMS Titanic 
Jumlah korban : 1.517 org
RMS Titanic adalah sebuah kapal penumpang kelas berat yg dimiliki perusahaan pelayaran White Star Line. Pada tanggal 14 April 1912 dalam pelayaran perdananya , Titanic menabrak sebuah iceberg (gunung es) dan tenggelam 2 jam 40 menit kemudian. Pada saat pertama kali diluncurkan Titanic menjadi kapal uap penumpang terbesar di dunia. Titanic dibangun dengan teknologi paling baru pada masa itu dan diiklankan sebagai kapal yg “tidak akan bisa tenggelam” dalam brosur-brosur promosinya. Tragedi Titanic sangat mengguncang dunia karena disamping kapal yg “canggih” kru kapal jg terdiri dari orang-orang yg sangat berpengalaman, namun korban yg tewas masih sangat besar. Tragedi ini kemudian merubah hukum-hukum maritim di dunia dan penemuan bangkai kapal pada tahun 1985 semakin membuat musibah Titanic menjadi legenda sampai saat ini. 

6. RMS Empress of Ireland 
Jumlah korban : 1.012 org
RMS Empress of Ireland adalah kapal penumpang lintas samudra yg dibuat pada tahun 1905-1906. Pada tanggal 28 Mei 1914 kapal ini berangkat dari Quebec-Kanada menuju Liverpool-Inggris mengangkut 1.477 penumpang dan awak kapal. Henry George Kendall adalah kapten kapal yg baru dipromosikan pada awal bulan dan saat itu pertama kali dia memimpin kapal melalui terusan dekat Pointe-au-Père - Quebec ditengah hadangan kabut tebal. Pada pukul 02:00 sebuah kapal Norwegia “Storstad” menabrak samping kapal. Storstad sendiri tidak tenggelam namun Empress of Ireland dengan kerusakan sangat parah pada bagian kanan lambung langsung dipenuhi air, terbalik dan tenggelam hanya dalam waktu 14 menit beserta 1.012 penumpang dan awaknya.

7. MS Estonia 
Jumlah korban : 852 org
MS Estonia sebelumnya bernama MS Viking Sally (–1990), MS Silja Star (–1991), dan MS Wasa King (–1993) adalah kapal ferry buatan Jerman tahun 1979. Musibah MS Estonia terjadi pada tanggal 28 September 1994 saat berlayar menyeberangi Laut Baltik dalam perjalanannya dari Tallinn-Estonia menuju Stockholm-Swedia. Saat itu kapal membawa 989 penumpang dan awak kapal.

Pada pukul 01:00 tanda-tanda akan terjadinya musibah berawal dari bunyi-bunyi aneh akibat benturan logam dengan logam namun dari pemeriksaan pada “bow visor” (bagian ujung kapal yg bisa dibuka-tutup untuk masuknya barang atau kendaran ke dalam kapal) tidak terlihat adanya kerusakan. Pada pukul 01:15 bow visor diketahui terlepas dari ujung kapal sehingga membuat badan MS Estonia miring ke kanan. Pukul 01:20 terdengar sebuah suara lemah dari seorang wanita “Häire, häire, laeval on häire” bahasa Estonia dari “Alarm, alarm, alarm berbunyi di dalam kapal” melalui saluran pengeras suara. Beberapa saat kemudian baru terdengar tanda bahaya berbunyi dan prosedur menurunkan sekoci penyelamat mulai dilakukan. Sayangnya saat itu kapal sudah miring sekitar 30° - 40° ke kanan mengakibatkan hampir tidak mungkin bisa berjalan dengan aman di dalam tubuh kapal. 

Pintu dan aula berubah menjadi jebakan maut. Mereka yg berhasil selamat adalah orang-orang yg saat itu sudah berada diatas geladak kapal. Pesan “Mayday” dikirimkan awak kapal pada pukul 01:22, tapi pesan tersebut ternyata tidak sesuai dengan standard internasional. Karena kehabisan tenaga posisi kapal menjadi sulit diketahui dan memperlambat upaya penyelamatan. Dari total 989 penumpang dan awak kapal hanya 137 org yg bisa diselamatkan 

8. SS Eastland 
Jumlah korban : 845 org
S.S. Eastland adalah kapal penumpang dari Chicago yg digunakan untuk tur wisata. Pada tanggal 24 Juli 1915 kapal ini bersama dengan dua kapal uap lainnya “The Theodore Roosevelt” dan “The Petoskey”, disewa untuk mengangkut para pegawai Chicago’s Western Electric Company berlibur ke Michigan City – Indiana. Bagi para pegawai ini adalah momen yg sangat mereka nantikan karena kebanyakan dari para pekerja ini tidak akan mampu untuk berlibur dengan biaya sendiri (pd masa itu Amerika sedang dilanda resesi ekonomi). S.S. Eastland rupaya mengangkut terlalu banyak sekoci penyelamat di bagian atas kapal yg membuat kapal ini menjadi tidak stabil.

Pagi itu pukul 6:30 para penumpang mulai menaiki kapal dan pada pukul 7:10 kapal sudah terisi dengan 2752 penumpang (kapasitas maksimumnya). Saat para karyawan itu mulai turun ke bawah geladak pada pukul 7:28 kapal tiba-tiba miring ke kiri lalu terguling pada sisinya dan tenggelam sedalam 20 kaki dibawah permukaan air. Meskipun tidak terlalu dalam dan segera dilakukan operasi penyelamatan oleh kapal “Kenosha” yg bergegas merapat di lambung S.S. Eastland namun kejadian yg tiba-tiba dan banyak orang yg tertimpa furniture berat seperti piano, rak buku dan meja membuat ratusan orang terperangkap dibawah air. 841 penumpang dan 4 orang kru kapal tewas dalam musibah ini. Sebagian besar korban adalah wanita dan anak-anak. 

9. HMS Birkenhead 
Jumlah korban : 460 org
HMS Birkenhead adalah salah satu kapal dengan lambung besi pertama yg dibuat untuk angkatan laut kerajaan Ingris (Royal Navy). Pertama kali dirancang sebagai kapal frigate tetapi sebelum diresmikan diubah menjadi kapal pengangkut pasukan.

Pada tgl 26 Februari 1852 ketika mengangkut pasukan ke Afrika kapal ini karam di Gansbaai dekat Cape Town, South Africa. Tidak tersedia sekoci penyelamat yg cukup untuk seluruh penumpang namun demikian para prajurit ini dengan gagah berani tetap mempersilahkan penumpang wanita dan anak-anak untuk naik ke sekoci yg ada. Akhirnya cuma ada 193 org dari 643 org yg selamat dari musibah ini. Kisah heroik para prajurit ini menjadi dasar protokol “women and children first” saat prosedur penyelamatan musibah laut. 

10. KMP Tampomas II 
Jumlah korban : 431 org
Kecelakaan pelayaran nasional yang paling tragis di Indonesia adalah tenggelamnya kapal motor penumpang KMP Tampomas II di sekitar kepulauan Masalembo - Laut Jawa. KM Tampomas II terbakar di laut dan karam pada tanggal 27 Januari 1981.
Tampomas II berlayar dari Jakarta menuju Sulawesi dengan membawa puluhan kendaraan roda empat, sepeda motor dan 1054 penumpang terdaftar serta 82 kru kapal. Perkiraan mengatakan total penumpang di kapal tersebut adalah 1442 orang (perkiraan tambahan penumpang gelap). Dalam kondisi badai laut di malam hari tanggal 25 Januari beberapa bagian mesin mengalami kebocoran bahan bakar, diduga percikan api timbul dari puntung rokok yang melalui kipas ventilasi yang menjadi penyebab kebakaran.

Para kru melihat dan gagal memadamkannya dengan tabung pemadam kebakaran portable. Api menjalar ke dek lain yang berisi muatan yang mudah terbakar, asap menjalar melalui jalur ventilasi dan tidak berhasil ditutup. Api semakin menjalar ke kompartemen mesin karena pintu dek terbuka. Selama dua jam tenaga utama mati, generator darurat pun gagal dan usaha memadamkan api seterusnya sudah tidak mungkin. 

Di tanggal 26 Januari Laut Jawa mengalami hujan deras, api menjalar ke ruang mesin di mana terdapat ruang bahan bakar yang tidak terisolasi. Pagi hari 27 Januari terjadi ledakan dan membuat air laut masuk ke ruang mesin (ruang propeler dan ruang generator terisi air laut), yang membuat kapal menjadi miring 45° dan tenggelam 30 jam sejak percikan api pertama menjalar. 
Sampai tanggal 29 Januari tim SAR gagal melakukan pencarian karena besarnya badai laut, dan 5 hari kemudian 80 orang yang selamat dalam sekoci ditemukan 150Km dari lokasi kejadian karamnya Tampomas. Estimasi tim menyebutkan 431 tewas (143 ditemukan mayatnya dan 288 hilang/karam bersama kapal) dan 753 berhasil diselamatkan.

Tampomas II merupakan kapal pembelian dari Jepang. Isu yang beredar adalah kapal motor yang sudah berumur lebih dari 25 tahun yang dibeli dari Jepang yang dimodifikasi tahun 1971. Hasil investigasi kapal tersebut adalah kapal bekas yang dipoles dan dijual dengan harga dua kali lipatnya.

10 Artis Jepang Paling Seksi

1. Takako Matsu
takako matsu Bagi Anda pecinta serial Jepang, tentu tidak asing lagi dengan wajah Takako Matsu. Matsu adalah seorang aktris dan juga penyanyi terkenal di Jepang. Takako Matsu memang mengaliri darah seni dalam keluarga besarnya. Ayahnya dan juga kakaknya menggeluti dunia akting. Meski demikian, bukan berarti perjalanan karier artis yang memiliki nama asli Fujima Takako ini berjalan mulus. Matsu tetap harus memulai kariernya dari bawah.

Ia pertama kali tampil di atas panggung saat berusia 16 tahun. Ia tampil di pentas sandiwara ‘Ninjo Banashi Bunshichi Mottoi’. Satu tahun kemudian, Matsu mendapatkan peran di sebuah serial. Dari situlah wajahnya mulai dikenal. Namun, kariernya melesat saat ia membintangi serial drama berjudul ‘Kura’.

Sejak saat itu, wajah dan namanya sering menghiasi sejumlah serial, film layar lebar di Jepang dan juga panggung teater. Di sejumlah serial, ia selalu dipasangkan dengan aktor terkenal Jepang, Takuya Kimura seperti dalam serial ‘Long Vacation’, ‘Love Generation’ dan ‘Hero’.

Selain dikenal sebagai aktris, Matsu juga menggeluti dunia teater dan juga tarik suara. Dalam dunia musik, Matsu telah menghasilkan 20 single, 12 album dan tiga kali menggelar konser keliling Jepang.

2. Kyoko Fukada
Kyoko Fukada Kyoko Fukada adalah salah satu artis Jepang yang terkenal. Sudah banyak judul serial dan film yang memasang wajah cantik artis kelahiran 2 November 1982 ini. Fukada memulai debutnya di dunia akting ketika ia tampil di serial drama ‘Sore ga Kotae da’. Penampilannya di serial itu membuat Fukada menerima tawaran peran lainnya tak hanya di serial tetapi juga layar lebar. Pada tahun 1999, Fukada mengambil bagian dalam film ‘Ring 2′ sebagai Kanae Sawaguchi.

Sebagai aktris, Fukada termasuk artis yang produktif. Setiap tahun selalu ada film maupun serial yang dibintanginya. Sejumlah serial yang membuat namanya terkenal termasuk juga di tanah air saat ia tampil dalam serial ‘Kamisama, Mo Sukoshi Dake’ dan juga ‘Strawberry on the Shortcake’. Ia juga sempat mendampingi aktor terkenal Korea, Won Bin dalam drama hasil kerjasama Jepang-Korea berjudul ‘Friends’.

3. Yuko Takeuchi
Yuko Takeuchi Yuko Takeuchi terkenal dengan wajahnya yang selalu ceria dan menarik. Sebuah majalah Jepang menyebut Takeuchi sebagai Meg Ryan-nya Jepang. Sedangkan sutradara terkenal Jepang, Kichitaro Neguchi menyebut Takeuchi seperti aktris Audrey Hepburn.

Ia membuat terobosan besar dalam dunia akting lewat penampilannya di serial televisi NHK berjudul ‘Asuka’ dan iklan komersial JT Green. Setelah itu, bisa ditebak, wajah dan namanya menjadi langganan membintangi sejumlah serial dan film. Wajahnya yang dinilai unik itu juga laris manis menjadi model iklan.

Sayang, perjalanan kariernya yang mulus tak diikuti dengan kesuksesan dalam membina rumah tangga. Perkawinannya dengan aktor kabuki, Shido Nakamura kandas setelah menjalani rumah tangga selama tiga tahun. Takeuchi masih aktif di dunia akting sampai saat ini.

4. Ryoko Hirosue
Ryoko Hirosue Sebagai artis Jepang, Ryoko Hirosue cukup terkenal di luar negeri. Hal itu disebabkan karena ia berhasil menyita perhatian publik luar negeri lewat perannya di film ‘Wasabi’ bersama aktor Perancis, Jean Reno karya sutradara Luc Besson.

Hirosue memulai kariernya di Jepang dengan mengikuti sebuah kontes kecantikan yang mengantarkan wanita kelahiran 18 Juli 1980 ini menjadi model iklan sejumlah produk. Setelah itu, Hirosue mulai merambah dunia akting pada Juni 1995 lewat serial televisi ‘Heart ni S’. Tak puas hanya menekuni dunia model dan akting, Hirouse juga memilih untuk menggeluti dunia tarik suara.

Kesibukannya yang semakin padat membuat Hirouse memilih mengorbankan kuliahnya di jurusan Sastra Jepang di sebuah universitas di Jepang. Ia pun pernah menghebohkan publik Jepang karena kehamilannya. Akhirnya, ia mengumumkan pernikahannya dengan seorang peragawan dan perancang busana Jepang, Takahiro Okazawa. Ia mengakui kehamilannya.

Rumah tangganya dengan Okazawa tak berjalan mulus. Pasangan ini hanya merasakan indahnya rumah tangga selama lima tahun.

5. Nanako Matsushima
Nanako Matsushima Meski usianya tak lagi muda, popularitas Nanako Matsushima tetap bersinar. Kehadiran bintang-bintang baru yang menjamur tak menggoyahkan singgasana ibu dua orang anak ini sebagai seorang bintang terkenal di negara tersebut.

Selain di Jepang, nama Matsushima juga terkenal di sejumlah negara lainnya berkat perannya dalam film horor ‘Ring’. Kesuksesan serial dan film yang dibintanginya membuat Matsuhima juga diganjar dengan bayaran mahal. Ia masuk menjadi salah satu aktris yang dibayar dengan honor tertinggi.

Matsushima mulai mendapat bayaran mahal saat membintangi serial ‘Great Teacher Onizuka’ yang meraih sukses besar. Di serial ini pulalah, Matsushima bertemu dengan pujaan hatinya, Takashi Sorimachi yang kini telah memberinya dua orang anak.

Ia juga sukses saat menjadi pemeran utama dalam serial ‘A Story of Love’. Setelah itu sejumlah serial dan film tetap dibintangi Matsushima seperti ‘Hana Yori Dango’ dan ‘Hana Yori Dango Returns’ serta Kyumei Byoto 24 Ji 4′

6. Aya Ueto
Aya Ueto Artis kelahiran 14 September 1985 ini dikenal sebagai artis muda berbakat dan serba bisa. Selain menekuni dunia tarik suara, Aya Ueto juga menggeluti dunia akting dan model iklan. Ueto memulai debutnya di dunia keartisan sejak ia membintangi film ‘Satsujinsha Killer of Paraiso’. Tetapi, ia mulai terkenal ketika Ueto mengikuti kontes kecantikan Pemudi Nasional Jepang. Bersama finalis lainnya, ia membentuk grup band yang diberi nama Z-1.

Tetapi, grup ini tak bertaha lama. Para personelnya membubarkan diri. Ueto tak putus asa. Ia memberanikan diri untuk bersolo karier. Pilihannya tak salah. Ia cukup meraih sukses di dunia tarik suara.

Dunia akting pun kembali dilirik wanita cantik ini. Aktingnya mulai mendapatkan pengakuan saat Ueto memerankan sosok gadis yang menderita kelainan identitas dalam serial ’3 nen B gumi Kinpachi-sensei’.

Perannya itu membuat ia mendapatkan sorotan dari para kritikus film. Dan alhasil, wajahnya pun sering wara-wiri di layar kaca dan juga layar lebar. Ia menjadi artis yang paling diakui kemampuan aktingnya di Jepang.

7.Yuna Ito
Yuna Ito Yuna Ito merupakan penyanyi pop Amerika yang berkarier di Jepang. Selain sebagai penyanyi, Yuna Ito juga menekuni dunia akting. Penyanyi kelahiran Los Angeles ini memulai debutnya di Jepang lewat single ‘Endless Story’. Lagu ini menjadi salah satu single yang menghiasi film terkenal berjudul ‘Nana’. Di film ini, Yuna Ito ini juga ikut mengambil bagian berperan sebagai Reira Serizawa.
Lagu berjudul ‘A World to Believe In’ dibawakan Ito berduet dengan Celine Dion Ketika mendengar Yuna Ito akan membawakan lagu miliknya, Dion langsung mengajak Yuna Ito untuk berduet dengannya. Dion merilis lagu ini dalam album ‘Taking Chances’.

8. Melody
Melody Pemilik nama Miyuki Melody Ishikawa dikenal sebagai penyanyi J-Pop dan presenter televisi. Wajahnya yang cantik dan penampilannya yang menawan membuat artis ini mudah dikenali. Penampilannya yang selalu seksi membuat wanita kelahiran 24 Februari 1985 ini menjadi salah satu artis Jepang yang mendapatkan predikat terseksi.

Ia memulai debutnya tahun 2003 lalu lewat lagu ‘Dreamin Away’. Setelah itu sejumlah lagu menjadi hist lewat suaranya yang khas. Tercatat selama berkarier di dunia tarik suara, Melody menghasilkan empat album studio dan satu album kompilasi.
Tahun 2008 melalui blog pribadinya, penyanyi kelahiran Hawai ini mengumumkan mengakhiri karier musiknya. Ia memilih fokus ke dunia fashion sebagai perancang busana. Kini, Melody menikmati kehidupannya sebagai seorang ibu dari dua orang anak dari pernikahannya dengan musisi kenamaan Jepang, Miyavi.

9. Kurara Chibana
Kurara Chibana Chibana adalah model ternama Jepang. Wanita kelahiran 27 Maret 1982 ini mewakili Jepang dalam kontes kecantikan wanita sejagat Miss Universe 2006. Ia berhasil meraih juara sebagai Runner Up 1. Untuk mengikuti kontes kecantikan berkelas internasional itu, Chibana rela menolak tawaran pekerjaan dari sebuah penerbitan besar di Jepang.

Selain terkenal karena kecantikan dan tubuh seksinya, Chibana terkenal dengan kepintarannya. Ia mengambil jurusan filsafat di universitas Sophia. Dan meraih gelar Bachelor of Arts tahun 2006 lalu. Chibana juga memiliki kemampuan berkomunikasi dalam empat bahasa yakni Jepang, Inggris, Perancis dan Spanyol.

Saat ini, Chibana sedang menikmati kegiatannya sebagai seorang jurnalis yang mewawancarai orang-orang unik di seluruh dunia untuk majalah fashion terkemuka di Jepang. Ia juga menjadi juru bicara untuk produk kecantikan terkenal di dunia.

10. Misaki Ito
Misaki Ito Misaki Ito dikenal sebagai aktris dan model Jepang. Misaki Ito memulai kariernya sebagai model. Ia juga muncul dalam beberapa produk kosmetik ternama dan jam tangan. Tak puas dengan karier modelnya yang gemilang, Misaki menjajal dunia akting. Ia memulai debutnya menjadi protagonis dalam drama seri ‘Densha Otoko’.

Wajahnya yang cantik juga muncul dalam video games James Bond 007. Misaki termasuk artis Jepang yang sukses. Sekitar 22 drama telah dibintangi artis kelahiran 26 Mei 1977 ini. Sedangkan film layar lebar sekitar 11 judul yang telah memasang nama dan wajahnya.

Film yang membuat namanya terkenal berjudul ‘Ju-On’. Film bergenre horor ini menarik perhatian sutradara Amerika Serikat. Di AS, film ini diberi judul ‘The Grunge’ dan dibintangi Sarah Michelle Gellar.
 

Copyright @ 2014 SGH. Designed by Subang Grey Hat | Love for Subang Grey Hat