“Luas areal pohon rambutan di Subang setiap tahunnya terus menyusut. Sejak 2010 lalu hingga tahun ini, diperkirakan luas pohon rambutan yang hilang sudah mencapai 800 hektare,” kata Kasi Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Subang, Tatang Gustian, Rabu (12/3/2014).
Dia mengatakan, apabila tahun 2010 lalu luas areal pohon rambutan itu masih mencapai 7.100 hektare, secara bertahap hingga awal tahun 2014 ini diperkirakan yang masih ada 6.300 hektare.
Dikatakan Tatang, menyusutnya areal pohon rambutan itu penyebabnya ada beberapa faktor, mulai alih fungsi lahan menjadi pemukiman penduduk, industri hingga terkena pembebasan jalan tol. Namun tak sedikit pula pemilik lahan yang beralih komoditas ke komoditas lain seperti lengkeng. “Tapi ada juga areal pohon rambutan yang belum berproduksi karena peremajaan,” ujarnya.
Dijelaskan Tatang, luas areal pohon rambutan yang mencapai 6.300 hektar itu tersebar di sejumlah daerah. Namun yang termasuk sentra produksi rambutan di Subang tercatat ada di tujuh kecamatan, seperti Purwadadi, Kalijati, dan Dawuan. “Selain di sentra produksi tersebut, banyak pula warga yang memiliki pohon rambutan di sekitar halaman rumah dalam jumlah terbatas,” ujarnya.
Sementara itu Tatang mengatakan musim panen rambutan kali ini mengalami pergeseran. Sebab biasanya musim panen rambutan itu berlangsung antara bulan November hingga Maret tahun berikutnya. Sedangkan kali berlangsung mulai Januari dan diperkirakan akan berlangsung hingga April 2014 nanti.
“Kalau sebelumnya panen berlangsung akhir tahun hingga awal tahun. Sekarang mulai awal tahun. Mungkin karena perubahan cuaca yang terjadi selama ini,” ujarnya.(PR)
Tidak Ada System Yang Sempurna, Jangan Putus Asa Ketika Gagal dan Jangan Besar Kepala Ketika Berhasil


